Memulai layanan
Memulai layanan
HomeBlogFuture of healthcare: Covid-19 akan menjadi pengubah segala sesuatu

Future of healthcare: Covid-19 akan menjadi pengubah segala sesuatu

Oleh: Sigal Atzmon
Future of healthcare: Covid-19 akan menjadi pengubah segala sesuatu

Hikmah yang bisa diambil dari pandemi mengerikan ini adalah terjadinya perubahan besar di semua aspek bidang kedokteran dan perawatan kesehatan. Saya percaya ini akan membentuk lanskap perawatan kesehatan yang lebih baik dan lebih kuat mulai tahun 2021.

Tidak mungkin ada di antara kita yang akan melupakan tahun 2020, meskipun kita semua berharap bisa. Virus Covid-19 telah merusak kesehatan, finansial, dan kebahagiaan orang-orang di seluruh dunia. Virus ini telah menjatuhkan dunia.

 

Tetapi seperti semua pandemi sebelumnya, akan ada warisan positif yang akan menjadi dasar medis yang semakin jelas. Ada banyak alasan tahun 2021 akan menjadi penuh harapan, karena Covid-19 mengubah cara penyediaan layanan kesehatan dan bagaimana orang berinteraksi dengan layanan tersebut.

 

Kita semua tahu bahwa sistem perawatan kesehatan nasional meskipun besar tetapi tidak efisien, kekurangan anggaran, dan butuh direformasi. Namun dengan birokrasi yang lamban, itu berarti bahwa perubahan yang diperlukan dapat memakan waktu puluhan tahun untuk diterapkan.

 

Untungnya, Covid-19 menyapu sistem yang ada dengan sangat cepat, membuka jalan bagi sistem baru yang cocok untuk abad ke-21. Konsultasi virtual, misalnya, akan menjadi satu cara baru dan survei menunjukkan bahwa sebenarnya banyak orang menyukainya. Pemerintah memahami dengan jelas bahwa mereka perlu berinvestasi dan melakukan reformasi untuk membangun sistem perawatan kesehatan yang lebih siap dan dilengkapi untuk menghadapi krisis di masa depan.

 

Lalu ada sifat manusia itu sendiri. Banyak dari kita mendapatkan kenyamanan dari rutinitas yang sudah biasa dilakukan. Oleh karena itu, perlu waktu lama untuk mengadopsi kebiasaan baru, meskipun itu kebiasaan yang bermanfaat.

 

Covid-19 telah memaksa kita semua untuk menghentikan kesibukan kita dan memikirkan kembali kesehatan kita. Beberapa hal lebih menakutkan daripada menyadari betapa rentannya kita terhadap kesehatan yang buruk dan virus yang tidak dapat kita kendalikan.

 

Akibatnya, tahun 2020 adalah tahun dimana kedokteran tiba tiba menjadi hal paling penting. Daripada menunggu para profesional untuk memberikan jawaban secara langsung atau tatap muka, banyak orang memutuskan untuk memilih solusi digital, untuk mencari dan berbagi informasi secara online.

 

Dan itu hal yang bagus. Keinginan untuk memahami kesehatan kita sendiri adalah langkah pertama untuk mengelolanya dengan lebih baik. Akan semakin banyak orang yang akan mulai menggunakan alat kesehatan digital untuk mewujudkan kesehatan yang lebih baik di tahun 2021.

 

Kita sudah terbiasa dengan revolusi digital dalam cara kita berbelanja dan menjalankan kehidupan sosial kita. Kesehatan adalah hal berikutnya dan ini akan menjadi proses dua arah.

 

Aplikasi yang dipersonalisasi akan memungkinkan kita untuk memasukkan data kesehatan kita dan mengawasi perubahannya. Penyedia medis juga akan dapat melihat dan memantau data tersebut, berinteraksi dengan kita dari jarak jauh.

 

Ini juga akan membantu sistem perawatan kesehatan untuk beralih dari hanya mengobati orang sakit menjadi mencegah penyakit itu sebelum terjadi. Dokter tidak hanya akan memahami pasiennya dengan lebih baik, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Data yang dikumpulkan akan meningkatkan skrining, diagnosis, dan perawatan.

 

Tentu saja, diperlukan banyak pengamanan untuk memastikan bahwa data digunakan dengan bijak dan aman. Tapi pandemi sudah menunjukkan betapa orang senang berbagi informasi jika mereka percaya itu adalah untuk kebaikan bersama.

 

Di Inggris, misalnya, program PEMULIHAN Universitas Oxford mendaftarkan 20.000 pasien Covid yang dirawat di rumah sakit selama tahun 2020. Data mereka memungkinkan para peneliti untuk dengan cepat mengidentifikasi steroid deksametason sebagai pengobatan yang efektif untuk kasus-kasus yang serius.

 

Penyediaan perawatan kesehatan setiap saat dari kenyamanan dan keamanan rumah seseorang adalah salah satu perubahan terbesar di tahun 2020., Terobosan besar lainnya tidak diragukan lagi adalah pengembangan vaksin Covid-19 yang efektif dalam waktu beberapa bulan, bukan tahun.

Kecepatan adalah hal yang terpenting dalam menangani penyakit dan lembaga medis sekarang menyadari bahwa mereka harus mencoba menanggapi penyakit lain dengan cara yang sama, sambil mempertahankan standar keamanan dan efektifitas yang setara dengan yang mereka lakukan sebelumnya. Mereka juga sadar bahwa mereka seharusnya lebih siap menghadapi krisis seperti Covid-19.

 

Berikut adalah bagaimana perubahan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang baik:

 

1. Platform vaksin

 

Hewan menyimpan sekitar 1,7 juta virus yang belum ditemukan dan Covid-19 membuat kita takut tentang virus mana lagi yang mungkin akan melewati penghalang antar spesies . Vaksin yang dahulu harus dikembangkan dari virus mati, prosesnya memakan waktu. Namun teknologi yang dikembangkan oleh Pfizer / BioNTech, Moderna dan Universitas Oxford / Astrazeneca telah mengubahnya. Ketiganya sekarang memiliki platform teknologi yang dapat digunakan untuk virus apa pun. Masukkan kode genetiknya: keluarkan vaksin.

 

2. Uji klinis

 

Sebelumnya, waktu bertahun-tahun karena fase berjalan secara berurutan dan bukan secara bersamaan dan ada jeda di antara fase dimana data uji coba ditinjau sejawat dalam proses yang panjang, sering kali tersembunyi di dalam  jurnal medis berbayar. Tahun lalu, lebih banyak data uji coba diunggah di situs web tebuka untuk umum dalam bentuk pre-print. Ini menarik komentar luas dari komunitas penelitian, memfasilitasi penyebaran informasi yang lebih cepat.

 

Ilmuwan juga bekerja sama dengan cara lain, tidak seperti sebelumnya. Pada tahun 2020, 15 institusi termasuk Harvard, Johns Hopkins, Swiss Data Center, dan McGill mendirikan platform kolaborasi Covid-19 untuk berbagi protokol dan data dalam upaya untuk mempercepat uji klinis dan meningkatkan akurasinya. Kolaborasi semacam itu kemungkinan akan berlanjut dengan kebutuhan perawatan kesehatan lainnya.

 

3. Kecerdasan Buatan

 

Kita semua pernah mendengar tentang protein lonjakan khas Covid-19, yang digunakannya untuk mengikat sel manusia. Para ilmuwan mengetahui bahwa tubuh manusia memiliki setidaknya 200 juta protein. Mereka adalah bahan penyusun kehidupan, tetapi kita tidak tahu berapa banyak yang berfungsi. Pada tahun 2020, Sistem AlphaFold yang berbasis di London menggunakan pemodelan Kecerdasan Buatan untuk menentukan struktur 3D unik protein. Pembelajaran mesin akan mempercepat pemahaman kita tentang bagaimana tubuh manusia bekerja pada tingkat sel, apa kesalahannya dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi.

 

Pembelajaran mesin juga memberikan terobosan besar lainnya di tahun 2020. Kita mungkin belajar memerangi virus, tetapi apa yang terjadi jika kita kehabisan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri? Peneliti MIT menggunakan Kecerdasan Buatan untuk menemukan molekul baru yang dapat membunuh bakteri yang resistan terhadap obat. Mereka menemukan satu dan menamai antibiotik baru mereka Halicin mengambil nama dari komputer hidup Hal dalam buku karya Arthur C. Clarke 2001: A Space Odyssey.

 

4. Telemedicine dan aplikasi

 

Rasa takut akan penularan virus membuat  janji dengan dokter secara online menjadi pilihan dan ini akan sama pasca pandemi mengingat kenyamanan dan kemampuan untuk melayani pasien bahkan di lokasi terpencil. Namun apa jadinya bila dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik? Alat digital baru adalah jawabannya.

 

Satu perusahaan Israel, TytoCare, telah mendapat persetujuan FDA untuk produk seukuran telapak tangan, yang digunakan pasien untuk melakukan pemeriksaan yang dipandu oleh dokter. Perangkat berbasis aplikasi tersebut mencakup kamera pemeriksaan, otoskop untuk telinga, stetoskop untuk suara jantung dan paru-paru, pemindai kulit dan penekan lidah untuk tenggorokan. Banyak produk lain yang masuk ke pasar. America’s Butterfly Networks memiliki pemindai ultrasound yang dapat dicolokkan ke ponsel, misalnya.

 

Jadi, ada banyak alasan untuk optimis di 2021. Digitalisasi akan menjadi penyeimbang yang baik dalam perawatan kesehatan. Ini akan mengurangi waktu kerja dokter, mengurangi jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit dan memberikan akses pada informasi perawatan kesehatan penting dan alat diagnostik untuk kaya dan miskin, penduduk kota dan desa terpencil, dengan cara yang aman dan lebih terjangkau serta berkelanjutan.

 

Saya bangga untuk mengatakan bahwa proses ini akan mempercepat keseimbangan perawatan kesehatan, mengurangi perbedaan yang tidak beralasan antara penyedia medis, kota, dan negara.



Pencarian Blog:

Dengan melanjutkan untuk membuka laman ini, anda setuju dengan Kebijakan Cookie dan, tanpa perkiraan menyetujui bahwa kami dapat meletakkan cookie yang sejenis pada perangkat anda. Anda dapat mengubah pengaturan cookie anda kapan saja, namun beberapa dari konten lamannya mungkin tidak berfungsi dengan baik.

ok